Sabtu, 16 Januari 2010

PERANAN ULAMA DALAM PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Selain pedagang, ulama memegang peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Oleh para raja dan adipati, guru-guru agama diangkat menjadi guru bagi keluarganya, maupun menjadi penasehat. Bahkan ada yang mengaku jabatan tertinggi di keratin.

            Penyiaran agama Islam dilakukan oleh orang Indonesia sendiri. Tokoh-tokoh penyiar agama Islam di luar jawa adalah:
      1.  Dato`ri  Bandang menyebarkan Islam di daerah Gowa.
      2.  Dato`ri Bandang dan Tuan Tunggang Parang di Kutai.
      3.  Para penghulu Demak mengajar di Kutai.
Sedangkan penyiar agama Islam di Pulau Jawa yang terkenal adalah para wali.
Ada 9 wali yng termasyur di Jawa sehingga sering disebut wali sanga. Adapun nama-nama wali sanga sebagai berikut:
  1. Sunan Gresik ( Maulana Malik Ibrahim atau Syekh Maulana Mghribi)
Beliau berasal dari Pasai dan datang di Jawa pada  tahun 1404. pada awalnya murid-muridnya hanya para pedagang Gujarat. Namun akhirnya banyak juga penduduk pribumi menjadi muridnya. Ia terkenal sebagai seorang yang dermawan dan berbudi pekerti halus. Pada tahun 1419 M ia wafat dan dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
2.      Sunan Ampel ( Raden Rahmat)
Ia adalah putra Maulana Malik Ibrahim dan istrinya bernama Dewi Candrawulan. Sunan ampel ini mendirikan pesantren di Ampel Denta ( dekat Surabaya).
Dari pesantren ini dididik beberapa pemuda diantaranya Radan paku (Sunan Giri), Raden Fatah ( yang kemudian menjadi sultan yang pertama di Demak), Raden Makhdum Ibrahim ( putra Sunan Ampel) yang kemudian dikenal dengan Sunan Bonang, Syarifudin ( Sunan Drajad), dan Maulana ishak. Para pemuda-pemuda inilah yang akhirnya menjadi penyebar agama Islam di seluruh Jawa.

  1. Sunan Bonang ( Raden Maulana Makhdum Ibrahim)
Sunan Bonang belajar Islam di Pasai, Aceh. Ia menyebarkan agama Islam di Tuban, Jawa Timur dengan mendirikan pesantren. Beliau merupakan pencipta gendhing pertama dalam mengembangkan Islamyakni Tembang Durma.
  1. Sunan Giri ( Raden Paku atau Prabu Satmata atau Sultan Abdul Fakih)
                              Ia adalah putra Maulana Ishak yang mengembangkan agama Islam                                                                                                    di Giri dan sekitarnya. Beliau mengirim juru dakwah ke Madura, Bawean, Kangean, Ternate dan Tidore. Sunan Giri dalam mendidik anak melalui permainan yang berjiwa agama misalnya Jelungan, Jamuran, Lir-ilir dan Cublak –cublak suweng.  
  1. Sunan Drajad (Raden Kosim atau Syarifudin Masih Munad atau Sunan Sedayu)
Beliau adalah putra Sunan Ampel dari istrinya bernama Dewi
Candrawati. Salah satu saudaranya adalah Sunan Bonang. Dalam berdakwah Sunan Drajad mempunyai jiwa sosial dengan memberi pertolongan kepada orang lain, menyatuni fakir miskin, anak yatim, dan selalu menganjurkan kegotong royongan. Ia juga menciptakan tembang jawa yakni pangkur.
  1. Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid atau Syekh Malaya)
Beliau petera dari Raden Sahur Tumenggung Wilatikta yang menjadi Bupati Tuban. Ia berdakwah dari tempat satu ke tempat yang lain pada masa kesultanan Demak. Sunan kalijaga berjasa dalam pengembangan wayang kulit bercorak Islam. Ia mengarang aneka cerita wayang yang bernafaskan Islam teutama mengenai etika.
  1. Sunan Kudus ( Ja`far Sadiq atau Raden Undug)
Ia menyebarkan agama Islam di Kudus dan sekitarnya. Disamping menjadi juru dakwah beliau juga menjadi panglima perang kesultanan Demak. Masjid Menara Kudus adalah salah satu peniggalannya. Sunan Kudus juga menciptakan tembang jawa yakni Maskumambang dan Mijil.
  1. Sunan Muria (Raden Umar Said)
Ia banyak berjasa dalam menyiarkan agma Islam di pedesaan Pulau Jawa. Beliau adalah putera Sunan Kalijaga. Daerah kegiatan dakwah Sunan Muria ini adalah disekitar Gunung Muria. Beliau juga menciptakan tembang jawa Sinom dan Kinanthi dalam mengembangkan agama Islam. Cara dakwah dari Sunan Muria antara lain dengan mengadakan kursus-kursus bagi kaum pedagang, kaum nelayan dan rakyat biasa.
  1. Sunan Gunang Jati ( Syarif Hidayatullah)
Ia adalah cucu raja pajajaran, Prabu Siliwangi. Sunan Gunung Jati banyak berjasa dalam penyebaran agama Islam di daerah Jawa Barat. Beliau pendiri kesultanan Cirebondan pendiri dinasti raja Banten. Daerah pengembangan Islam oleh Sunan Gunung Jati antara Majalengka, Kuningan, Kawali ( Galuh) Sunda Kelapa dan Banten. Ketika kembali ke Cirebon, Banten diserahkan kepada puteranya yakni Maulana Hasanuddin yang kemudian menurunkan raja-raja Banten. Atas prakarsa Sunan Gunung Jati inilah Sunda Kelapa diserang pada tahun 1527.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar